Sebuah Pertanyaan yang Lebih Dalam dari Sekadar Rasa
Ada orang yang berkata bahwa semua nasi biryani itu sama. Nasi, rempah, daging. Apa lagi yang bisa
dibedakan?
Namun siapa pun yang pernah duduk sendirian di sudut ruangan, menghirup aroma Biryani Pakistan yang baru
diangkat dari panci, tahu bahwa pernyataan itu terlalu sederhana. Terlalu cepat. Terlalu dangkal.
Sebab rasa, seperti manusia, memiliki kedalaman. Dan kedalaman itu tidak selalu tampak di permukaan.
Di Jogja, nasi biryani bisa ditemukan di beberapa tempat. Aromanya wangi, warnanya menarik, tampilannya
menggoda. Tetapi mengapa ketika seseorang mencicipi Biryani Pakistan yang autentik, ia merasakan sesuatu
yang berbeda sesuatu yang lebih kuat, lebih berani, hampir seperti menegur kesadarannya sendiri?
Jawabannya tidak hanya terletak pada rempah. Ia terletak pada kesungguhan.